Image of 7 Oktober Matahari di Ujung Rafah

Text

7 Oktober Matahari di Ujung Rafah



Tanah lahir Thoriq, seorang jurnalis dari media Suara Gaza, mulanya merupakan tanah subur dan ditumbuhi pepohonan berbuah manis. Kehidupan berjalan harmonis diiringi suara riang anak-anak berlarian menyusuri tanah lahirnya. Tak pernah menyangka, suatu hari akan datang merenggut keharmonisan di tanah itu. Langit yang cerah seketika berubah keruh dan burung-burung tak lagi bisa berkicau dengan bebas. Anak-anak itu tetap berlarian, kali ini bukan senyum yang menghiasi wajah polosnya. Hanya ketakutan dan tangis pilu karena satu per satu bangunan yang mereka sebut ‘rumah’, luluh lantak tak bersisa.

Sebagai jurnalis, Thoriq merasa perlu menyuarakan kebenaran. Bersama sahabatnya, Jamal, mereka berjuang memperbaharui narasi jurnalistik tentang Palestina yang mulai dituding drama dan hanya membuat kasihan. Suatu malam, sang Redaktur menelepon dan mengatakan bahwa akan ada peristiwa besar esok pagi, tepat subuh tanggal 7 Oktober! Ketika menghadapi pagi itu, ternyata pertempuran pecah, kali ini dimulai dari pihak Gaza yang menyerang.

Kalut menghinggapi pikiran Thoriq tatkala dirinya harus terpisah dengan teman, keluarga, dan tunangannya, Syaima–seorang aktivis sosial sekaligus penanggung jawab pengungsi di Rumah Sakit Syifa–tempat para korban penyerangan dilarikan.

Berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan untuk bertahan? Mampukah Thoriq, Jamal, dan Syaima tetap berpegang teguh membela tanah kelahirannya?


Ketersediaan

4176899.221 Wah 78-28Tersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
899.221 Wah 7
Penerbit GagasMedia : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
216 hlm ; 13x19 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-493-291-1
Klasifikasi
899.221
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini