Detail Cantuman
Text
Namaku Dahlia
Namun di dusun Lubuk Beringin, salah satu kampung di pinggir Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang masuk wilayah kabupaten Bungo, provinsi Jambi, kita akan menemukan fakta yang berbeda dan menarik. Kita akan bertemu sekelompok perempuan yang luar biasa. Mereka, dengan kesederhanaannya mematahkan mitos mengenai perempuan Melayu kampung yang tidak mengerti apa-apa. Mereka mungkin tidak mengerti dan tidak mengikuti perdebatan mengenai gender equality. Mereka bisa jadi tidak tahu apa itu capital flight. Bahkan sangat mungkin perempuan-perempuan ini tidak peduli dengan teoriteori dan juga regulasi mengenai lembaga keuangan. Tapi mereka adalah organisator andal.
Mereka adalah sekelompok jutawan tanpa mereka sadari. Mereka mengkreasikan kegiatan yasinan yang biasa-biasa saja menjadi arisan, yang kemudian terus mereka kembangkan menjadi lembaga keuangan yang kuat. Mereka mampu menahan aliran modal keluar dari desa untuk berbagai keperluan bersama. Bahkan sedikit banyak mereka telah menemukan jawaban atas pertanyaan rumit mengenai keadilan genderterutama keadilan akses dan kontrol terhadap sumber dayadengan kaum laki-laki.
Ketersediaan
| 4417 | 899.221 Sya n | 8-23 | Tersedia |
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
899.221 Sya n
|
| Penerbit | Gramedia Pustaka Utama : Jakarta., 2015 |
| Deskripsi Fisik |
-
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-602-03-1712-0
|
| Klasifikasi |
899.221
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subjek | |
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Syafrizaldi
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






