Image of B.J. Habibie ( Guru Terbesar saya adalah otak saya)

Text

B.J. Habibie ( Guru Terbesar saya adalah otak saya)



B.J. Habibie Guru Terbesar Saya Adalah Otak Saya. Habibie layak disebut "Orang yang Ditakdirkan." Aspirasi dan tujuan hidupnya sama dan harmonis dengan negeri yang dicintainya: Indonesia. Ia pulang di Tanah Air setelah lama merantau di negeri orang untuk menjadikan Indonesia sebagai negara berteknologi maju. Kemudian, rasionalitasnya membawa Habibie ke ranah politik, suatu fase yang tak pernah ia rencanakan. Meski tak berencana, ia mencapai puncak karier di bidang politik ketika menggantikan jabatan Presiden Soeharto. Ada rentetan peristiwa yang tidak mudah ia lalui di detik-detik peralihan kekuasaan tersebut.

Dengan sikapoptimistis dan rasional, ia menatap masa depan. Namun, Habibie bukan berarti tak pernah merasa terpuruk. Dalam beberapa hal ia merasa kesepian. Ia pernah dipandang sebelah mata oleh Soeharto. Ia pernah diremehkan oleh banyak pihak atas kemampuannya menjadi presiden. Ia sempat pula disingkirkan dari Golkar. Tetapi, kesendirian dan kesepian yang paling ia rasakan adalah saat Ainun, sang istri, meninggal dunia. Bagaimana kisah sebenarnya?


Ketersediaan

3148920 Ade b9DTersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
920 Ade b
Penerbit Ar-Ruz Media : Yogyakarta.,
Deskripsi Fisik
228 hal
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786027874442
Klasifikasi
920
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini